
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Veronica Tan, melakukan kunjungan ke Kampus Politeknik Pariwisata Batam sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (24 HAKTPA) tingkat Provinsi Kepulauan Riau, Jumat, 28 Oktober 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen PPPA didampingi oleh Yusfa Hendri, M.Si., selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Badan Pembina Yayasan Vitka, Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si., serta Ketua Yayasan Vitka, Astika Mutiarazma bersama jajaran pimpinan kampus.
Kehadiran Wamen PPPA ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pendidikan vokasi pariwisata terhadap isu perlindungan perempuan dan anak, terutama pada konteks lingkungan belajar, dunia kerja, serta ekosistem industri pariwisata yang sensitif terhadap aspek keamanan, kesetaraan, dan etika profesi. Dalam rangkaian kegiatan, Wamen PPPA turut meninjau berbagai fasilitas pembelajaran di kampus, termasuk ruang praktik dan laboratorium pendidikan vokasi pariwisata. Selain itu, beliau juga berdialog langsung dengan mahasiswa untuk mendengarkan perspektif, pengalaman, serta aspirasi terkait lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan berbasis gender.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronica Tan, menyampaikan harapan besar terhadap Politeknik Pariwisata Batam sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang berperan dalam memperkuat kapasitas perempuan dan anak, khususnya perempuan muda di sektor pariwisata. Beliau menekankan bahwa upaya pemberdayaan tidak hanya sebatas peningkatan kompetensi, tetapi juga membangun ruang aman bagi perempuan untuk berkembang dan berdaya.
“Perempuan dan anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, bekerja, dan berkarya tanpa rasa takut, diskriminasi, maupun ancaman kekerasan. Kami berharap institusi pendidikan, termasuk Politeknik Pariwisata Batam, menjadi bagian dari ekosistem perubahan yang menumbuhkan budaya menghargai martabat manusia,” ujarnya.
Veronica Tan juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas lembaga, termasuk dunia pendidikan vokasi pariwisata, merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, setara, dan berkeadilan. Sementara itu, Dr. H. Asman Abnur menyampaikan apresiasi dan solidaritas terhadap agenda nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa Politeknik Pariwisata Batam siap mendukung kampanye dan kebijakan pemerintah melalui edukasi berkelanjutan, regulasi internal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan budaya kampus yang menghargai nilai kemanusiaan dan keberagaman.
Melalui kegiatan ini, Politeknik Pariwisata Batam berharap dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah gender, serta mendorong lahirnya generasi profesional pariwisata Indonesia yang berkarakter, beretika, tangguh, dan berkeadilan sosial.
Kontributor: Bidang III
Related posts




