
Batam – Dari dapur ke panggung utama! Itulah semangat yang membara dalam gelaran spektakuler SYMPHONY FESTIVAL: Pastry 4.0 Cuisine, sebuah ajang kuliner dan kreativitas mahasiswa semester 6 Program Studi Manajemen Kuliner Politeknik Pariwisata Batam (BTP), yang sukses digelar pada Jumat hingga Minggu, 20–22 Juni 2025 di Grand Batam Mall.
Festival ini merupakan implementasi dari mata kuliah Manajemen Event, dan tahun ini memasuki pelaksanaan ke-empat. Namun berbeda dari sebelumnya, kali ini festival tampil lebih megah dan variatif. Jika di tahun-tahun sebelumnya hanya memperlombakan pastry, kini cakupannya diperluas menjadi kompetisi kuliner lengkap: dari pastry, pasta, hot dishes, tumpeng, hingga appetizer, mencerminkan semangat industri kuliner 4.0 yang inovatif dan multidisiplin.
Acara dibuka secara resmi dengan rangkaian seremoni yang tertata apik, dimulai dari pendaftaran peserta dan pembagian nomor lomba, dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta tari persembahan yang memukau penonton dan menciptakan suasana yang meriah namun penuh khidmat.
Sejumlah sambutan turut menghangatkan suasana pembukaan, dimulai dari perwakilan Pihak Grand Batam Mall, kemudian dari Ibu Kamelia Santika, A.Md selaku dosen pengampu mata kuliah Manajemen Event, dilanjutkan oleh Direktur Politeknik Pariwisata Batam, Ibu Siska Amelia Maldin, M.Pd, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Bapak Drs. Ardiwinata, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas mahasiswa dan kontribusi nyata acara ini dalam memperkuat promosi pariwisata kuliner lokal.
Rangkaian pembukaan dilengkapi dengan parade ceremonial para peserta, dewan juri, serta ketua acara (Hans) dan Chef Kamelia Santika. Sorak sorai mengiringi pemukulan gong sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan kompetisi antar-kategori yang berlangsung penuh semangat, sportivitas, dan profesionalisme.
SYMPHONY FESTIVAL: Pastry 4.0 Cuisine tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi panggung ekspresi dan inovasi mahasiswa vokasi, menggabungkan keahlian teknis, estetika sajian, serta kemampuan manajerial dalam menyusun dan mengeksekusi event berskala publik. Kegiatan ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut ahli di dapur, tetapi juga harus mampu berpikir strategis, berkolaborasi, dan menghadirkan pengalaman kuliner yang otentik dan modern
Penulis: Arina Luthfini Lubis
Related posts




