
Batam, 23/10 Setelah menjalin kemitraan melalui penandantangan MOU dan MOA pada bulan Februari tahun 2026 – Politeknik Pariwisata Batam (BTP) melalui Prodi Magister Terapan Perencanaan Pengembangan Pariwisata bersama desa Tulang , Karimun secara berkelanjutan telah melakukan rangkaian kegiatan dengan tujuan memperkuat pengembangan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mendorong perekonomian masyarakat desa melalui sektor pariwisata.
Rangkaian kegiatan dan kolaborasi dalam Pengembangan potensi wisata berbasis alam, budaya, dan ekonomi kreatif; Pelaksanaan pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan pengelolaan destinasi wisata; dan Penyusunan strategi pemasaran dan promosi destinasi wisata yang berkelanjutan dilakukan dalam beberapa kegiatan
Tindak Lanjut Kegiatan
Sebagai bentuk implementasi dari kerja sama tersebut, BTP bersama tim desa telah melaksanakan serangkaian kegiatan lanjutan sepanjang tahun 2025. Pada bulan Februari 2025, dilakukan survei dan pemetaan potensi desa serta karakteristik sosial masyarakat Desa Tulang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset wisata potensial, seperti atraksi budaya, kuliner tradisional, kawasan pesisir, dan kegiatan ekonomi kreatif lokal.
Selanjutnya, BTP memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat desa, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan akademisi guna menggali ide serta merumuskan strategi pengembangan destinasi wisata yang sesuai dengan kondisi dan potensi lokal. Sebagai tindak lanjut dari hasil survei dan FGD, BTP menyelenggarakan kegiatan “Kajian Wisata Desa (Lanjutan)” pada 21–23 Oktober 2025 di Desa Tulang.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Batam Tourism Polytechnic, yaitu: Dr. Eryd Saputra M.Sc MM, Kepala Program Studi Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata, dan Dr. I Wayan Thariqy Kawakibi Pristiwasa M.Par , Dosen Prodi S2 Politeknik Pariwisata Batam, yang keduanya memberikan pendalaman materi tentang konsep pengembangan desa wisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism), strategi perencanaan destinasi berkelanjutan, serta perancangan paket wisata desa yang memiliki daya tarik dan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Dihadiri unsur Pemerintah Desa Tulang, BPD, tokoh masyarakat, pemuda dan kelompok sadar wisata
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini juga diisi dengan pendampingan lapangan, telaahan potensi wisata, serta penyusunan rencana aksi bersama masyarakat desa. Keterlibatan dosen dan mahasiswa BTP lintas program studi menjadikan kegiatan ini sebagai wujud nyata integrasi antara pendidikan vokasi, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan rangkaian kegiatan yang berkelanjutan ini, kerja sama antara Batam Tourism Polytechnic dan Desa Tulang diharapkan menjadi model kemitraan kampus–desa wisata yang mampu menciptakan ekosistem pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap Desa Tulang dapat menjadi contoh praktik baik pengembangan desa wisata di Kepulauan Riau, di mana kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan lingkungan,” tutup Direktur BTP, Siska Amelia Maldin, M.Pd.
Sementara itu, Kepala Desa Tulang, Kazman, mengapresiasi dukungan BTP yang membuka ruang kolaborasi dan pendampingan bagi desanya. “Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Tulang, terutama dalam peningkatan kapasitas dan promosi wisata desa,” ungkapnya.
Kontributor : Bidang III
Related posts




