
Batam Tourism Polytechnic kembali menggelar Sosialisasi On The Job Training (OJT) pada Jumat, 26 September 2025, yang dilaksanakan dalam dua sesi, pagi dan malam, bertempat di Auditorium Vitka serta Natuna Room pada sessi malam . Acara ini diikuti oleh mahasiswa semester III dan VII, serta untuk pertama kalinya menghadirkan orangtua dan wali mahasiswa sebagai bentuk keterlibatan keluarga dalam mendukung persiapan generasi muda memasuki dunia kerja.
Sosialisasi yang dimulai pukul 09.30 WIB ini bertujuan memberikan motivasi, pengarahan, serta penjelasan teknis pelaksanaan OJT. Kehadiran orangtua dan wali menjadi istimewa karena mereka juga diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan dukungan moral bagi anak-anak mereka yang akan segera terjun ke industri pariwisata. Sementara sessi kedua yang dimulai pukul 1930 WIB rampung hamper pukul 22.00 WIB.
Hadir dalam kegiatan ini sejumlah pimpinan program studi dan unit terkait, antara lain Ketua Program Studi Manajemen Divisi Kamar, Bapak Andri Wibowo, S.E., M.Par; Sekretaris Program Studi Manajemen Tata Hidangan, Bapak Natal Olotua Sipayung, M.Tr.Par; Sekretaris Program Studi Manajemen Kuliner, Chef Karium Jackson Nainggolan, S.Tr.Par serta Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, Bapak Drs. Baktivillo Sianipar, M.Tr.Par.
Dalam sambutannya, Bapak Andri Wibowo menegaskan pentingnya kesiapan mental dan kemampuan adaptasi mahasiswa saat menjalani OJT. “Industri pariwisata menuntut profesionalisme tinggi. Kesempatan OJT ini adalah langkah awal membangun reputasi dan jaringan yang kelak mendukung karier kalian,” ujarnya. Bapak Natal Olotua Sipayung turut menekankan manfaat OJT sebagai sarana belajar langsung di lapangan. “Jadikan OJT ini sebagai ajang pembuktian kompetensi kalian. Berikan yang terbaik untuk menunjukkan kualitas lulusan Batam Tourism Polytechnic,” ungkapnya.
Chef Karium Jackson Nainggolan atau akrab disapa Chef Jacko menyoroti pentingnya kerja sama tim dalam industri. “OJT tidak hanya soal individu, tapi juga bagaimana kalian mampu bekerja sama dengan orang lain dalam lingkungan profesional. Ini adalah kunci keberhasilan,” jelasnya. OJT merupakan kesempatan pengembangan diri. “OJT adalah pintu gerbang mengenal dunia kerja. Gunakan waktu ini untuk mempelajari hal-hal baru, membangun relasi, dan mengasah keterampilan praktis kalian,” tuturnya.
Berbagai pertanyaan dari orangtua dan wali mahasiswa juga mewarnai jalannya acara. Mereka menanyakan secara rinci mengenai persyaratan administrasi, perlindungan mahasiswa, hingga teknis pelaksanaan OJT baik di dalam maupun di luar negeri. Semua pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Koordinator Magang, M. Brilian, yang didampingi oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ibu Eva Amalia. Penjelasan tersebut memberikan kejelasan bagi orangtua sekaligus menumbuhkan rasa percaya bahwa mahasiswa akan dibimbing dengan baik selama menjalani OJT.
Keterlibatan orangtua dan wali mahasiswa memberi warna tersendiri dalam kegiatan ini. Beberapa orangtua menyampaikan harapan agar kampus senantiasa membimbing mahasiswa tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga dari segi etika dan kedisiplinan. Mereka juga menekankan pentingnya komunikasi antara pihak kampus, mahasiswa, dan keluarga agar proses OJT berjalan lancar dan aman.
“Kami sebagai orangtua berharap anak-anak bisa menjaga nama baik kampus dan memanfaatkan pengalaman OJT untuk masa depan mereka. Kami juga berterima kasih kepada Batam Tourism Polytechnic yang selalu melibatkan kami dalam proses penting seperti ini,” ungkap salah satu wali mahasiswa.
Peserta kegiatan terdiri dari mahasiswa semester VII Program Studi Manajemen Divisi Kamar dan Manajemen Tata Hidangan, serta mahasiswa semester III dan VII Program Studi Manajemen Kuliner. Selain menerima motivasi, mahasiswa bersama orangtua dan wali juga mendapatkan arahan mengenai kelengkapan dokumen administrasi yang wajib dipersiapkan sebelum keberangkatan OJT.
Melalui kegiatan ini, Batam Tourism Polytechnic berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan industri pariwisata dengan dukungan penuh dari keluarga. Sinergi antara kampus, mahasiswa, dan orangtua diharapkan mampu menciptakan generasi lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter kuat dalam menghadapi dunia kerja.
Kontributor: Bidang III
Related posts




