
Batam – Ajang tahunan Pastry Festival yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Kuliner Politeknik Pariwisata Batam (BTP) kembali mencatat momen istimewa. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, peserta dari Filipina hadir dan turut berkompetisi, menunjukkan eratnya kemitraan internasional yang terus tumbuh antara BTP dan institusi pendidikan luar negeri.
Tahun ini, delegasi Filipina terdiri dari 11 peserta berbakat diantaranya:
- Daniel Anthony C. Malit (Kategori: Pasta)
- Joseph Pio S. Gamalong (Kategori: Western Plated)
- John Kenneth Heruela (Kategori: Indonesian Appetizer)
- Xyrus Khrystler Cuevas Vidamo (Kategori: Pasta)
- Christina Marie C. Nacabuan (Kategori: Western Plated Dessert)
- Ma. Kristine G. Principe (Kategori: Indonesian Appetizer)
- Shamel Anne Margaret (Kategori: Pasta)
Mereka didampingi oleh guru sekaligus mentor mereka, Ibu Pamela, yang telah menjadi penghubung aktif dalam menjalin hubungan akademik dan profesional antara kedua institusi.
Kehadiran mereka tidak hanya menambah semarak kompetisi, tetapi juga memperkuat komitmen BTP dalam mengembangkan kerja sama lintas negara, menjadikan Pastry Festival sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif dan berwawasan global. Keikutsertaan peserta Filipina selama tiga tahun berturut-turut menjadi bukti kuat bahwa program ini terus dipercaya dan memiliki daya tarik di tingkat internasional.
Ibu Rosie Oktavia P.R., S.E., MM.Par., selaku Ketua Program Studi Manajemen Kuliner, menyampaikan apresiasi mendalam. “Kami sangat menghargai partisipasi peserta dari Filipina. Ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membangun kemitraan pendidikan yang berkelanjutan. Kami berharap kerja sama ini bisa berkembang ke berbagai bentuk kolaborasi lainnya seperti program pertukaran mahasiswa, pelatihan bersama, hingga proyek riset kuliner bersama di masa depan,” ujarnya.
Dengan semangat kolaboratif dan komitmen untuk terus membuka ruang belajar tanpa batas geografis, BTP optimis bahwa Pastry Festival akan terus menjadi jembatan kemitraan internasional dan memperkuat posisi Batam sebagai pusat pendidikan kuliner bertaraf global. Kehadiran delegasi dari Filipina menjadi bukti nyata bahwa dunia kuliner mampu menyatukan visi, talenta, dan inovasi lintas negara dalam satu wadah edukatif yang bermakna.
Penulis: Arina Luthfini Lubis
Related posts




