
BATAM – Upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja internasional terus diperkuat. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau melaksanakan koordinasi bersama Batam Tourism Polytechnic (BTP) guna mendukung pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas sebagai bagian dari program strategis SMK Go Global pada hari Selasa 14 Juli 2026
Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh perwakilan BP3MI Kepulauan Riau, yakni Andrival Agung Cakra Ningrat, S.Kom (Analis Pengelolaan Keuangan APBN) dan Devani Adya, S.Sos (Pengantar Kerja). Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan BTP, yaitu Wakil Direktur II Dr. Syafrudin Rais, M.Par dan Wakil Direktur III Eva Amalia, M.Si, bersama Tim Pengelola Migrant Center Politeknik Pariwisata Batam. Agenda ini secara khusus membahas rencana pelatihan serta berbagai aspek teknis operasional lainnya.
Sinergi dan Pembagian Peran Lembaga
Melalui pertemuan ini, BP2MI/BP3MI dan BTP sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam penyelenggaraan pelatihan calon pekerja migran. Dalam pelaksanaannya, pembagian peran telah dipetakan secara jelas: BTP bertanggung jawab penuh pada penyelenggaraan pelatihan dan penyediaan fasilitas, sementara BP2MI/BP3MI berperan dalam koordinasi program, proses pencarian dan rekrutmen peserta pelatihan, serta penempatan peserta sesuai mekanisme yang berlaku. Ke depan, BTP diharapkan dapat berperan strategis sebagai One Stop Service bagi pekerja migran Indonesia.
Pelatihan ini merupakan implementasi nyata dari arahan Presiden dengan target capaian peningkatan kualitas dan jumlah pekerja migran Indonesia dalam kurun waktu 4 tahun. Hingga bulan Desember, target pelatihan ditetapkan sebanyak 100 peserta dengan skema Swakelola Tipe II (antar Kementerian/Lembaga) dan Swakelola Tipe III (melibatkan mitra pelaksana). Untuk mendukung aspek legalitas pengadaan, BTP akan segera mendaftarkan lembaganya ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Target Pelaksanaan dan Skema Program
Pelaksanaan Batch 1 ditargetkan mulai berjalan pada Agustus 2026. Fokus awal pelatihan akan meliputi bidang Housekeeping, Welder (Pengelasan), Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang. Sementara itu, Batch 2 direncanakan menyusul pada bulan September. Program pelatihan ini diproyeksikan berjalan dengan durasi sekitar 2 hingga 3 bulan (menunggu informasi lanjutan), di mana kapasitas per kelas dibatasi ±20 orang, dengan total 3 kelas untuk menampung sekitar ±60 peserta.
Kriteria peserta yang disiapkan merupakan kategori upskilling atau mereka yang sudah memiliki keterampilan atau sertifikasi dasar. Komposisi peserta ditargetkan sebesar 60% berasal dari lulusan SMK dan 40% dari masyarakat umum. Selain memiliki kemampuan dasar, peserta juga wajib memiliki komitmen penempatan kerja di luar negeri yang dibuktikan melalui perjanjian tertulis serta melampirkan surat izin resmi dari orang tua/wali. BTP sendiri menegaskan posisinya sebagai lembaga pelatihan, sehingga proses penempatan kerja secara resmi bukan menjadi tanggung jawab BTP, meskipun sejauh ini BTP telah memiliki jejaring kerja sama dengan beberapa mitra strategis seperti PT Rawasindo, PT Metavity, dan PT Global Forward.
Seluruh detail teknis pelaksanaan, termasuk finalisasi penyesuaian anggaran dan mekanisme operasional, akan disampaikan secara resmi setelah mendapatkan arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat pada minggu berikutnya. Sinergi ini diharapkan dapat berjalan optimal sehingga menghasilkan calon Pekerja Migran Indonesia yang kompeten, berdaya saing, serta siap bekerja ke luar negeri secara aman, legal, dan prosedural.
#PekerjaMigranIndonesia #MigranAmanRakyatSejahteraIndonesiaMaju #KemenP2MI #BP3MIKepulauanRiau #BatamTourismPolytechnic #SMKGoGlobal
Kontributor Bidang III: Rizka Aulia
Related posts




