
Batam, 6 Nov 2025 – Politeknik Pariwisata Batam resmi menjalin kerja sama dengan LPPOM MUI Provinsi Kepulauan Riau melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan memperkuat edukasi dan literasi halal di lingkungan kampus serta mendukung pengembangan produk halal di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Politeknik Pariwisata Batam, Siska Amelia Maldin, S.ST.Par., M.Par. dan Direktur LPPOM MUI Kepulauan Riau, Khairuddin Nasution, disaksikan oleh jajaran pimpinan kedua lembaga. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman komprehensif mengenai standar halal, terutama bagi mahasiswa dan pelaku industri pariwisata di daerah.
Dalam sambutannya, Khairuddin Nasution menyampaikan bahwa LPPOM MUI Kepri siap berkontribusi dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam. “Kedatangan kami selain untuk mempererat silaturahmi, juga untuk menyampaikan kesiapan LPPOM Kepri dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa terkait informasi dan referensi tentang aspek halal, termasuk produk dan sertifikasi,” ujarnya. Selain itu beliau menambahkan bahwa LPPOM Kepri terus berupaya membantu pelaku UMKM dalam memperoleh sertifikasi halal melalui program pendampingan berkelanjutan.
“Kami berharap pendampingan ini dapat meningkatkan mutu serta daya saing produk lokal di pasar, terutama produk makanan dan minuman. Dengan sertifikat halal, produk UMKM akan memiliki nilai tambah di mata konsumen. Mudah-mudahan, dengan kemudahan dan pendampingan yang diberikan, produk lokal kita akan semakin maju dan mampu bersaing,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Politeknik Pariwisata Batam, Siska Amelia Maldin, S.ST.Par., M.Par., menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen kampus dalam memperkuat ekosistem halal di sektor pendidikan dan pariwisata. “Kerja sama ini sangat relevan dengan arah pengembangan kurikulum dan kompetensi mahasiswa kami, khususnya di bidang kuliner dan hospitality. Pemahaman tentang konsep halal tidak hanya penting bagi industri makanan dan minuman, tetapi juga menjadi nilai etika dan profesionalisme dalam pelayanan pariwisata secara keseluruhan,” ungkapnya. Beliau juga menegaskan bahwa literasi halal akan menjadi bagian integral dari kegiatan akademik dan praktik mahasiswa, termasuk melalui seminar, pelatihan, dan kolaborasi riset terapan.
“Kami berharap sinergi ini dapat menciptakan SDM pariwisata yang berkarakter, kompeten, dan siap mendukung visi Indonesia sebagai destinasi pariwisata halal dunia,” tutupnya.
Kerja sama antara LPPOM MUI Kepri dan Politeknik Pariwisata Batam diharapkan menjadi model kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi dan institusi keagamaan dalam mendorong inovasi, sertifikasi, dan penguatan daya saing produk halal berbasis pariwisata berkelanjutan.
Kontributor: Bidang III
Related posts




