
Batam, 10/2 Kunjungan Komisi VII melakukan site visit ke laboratorium praktik, ruang pelatihan, serta fasilitas pembelajaran berbasis industri di lingkungan Politeknik Pariwisata Batam dalam rangkaian Kunjungan Spesifik ke Batam membahas penguatan kurikulum berbasis kompetensi, sertifikasi profesi, serta kemitraan dengan jaringan hotel dan industri hospitality untuk memastikan penyerapan lulusan secara optimal.
Hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan di bidang perindustrian dan pariwisata. Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan langsung sistem pendidikan vokasi kepariwisataan, kesiapan fasilitas praktik, serta sinergi kampus dengan industri dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global.
Batam dinilai memiliki posisi strategis sebagai gerbang wisata dan ekonomi nasional yang berbatasan langsung dengan Singapura. Statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas dan pusat pertumbuhan pariwisata menuntut ketersediaan tenaga kerja terampil yang memenuhi standar pelayanan internasional. Dalam konteks tersebut, Batam Tourism Polytechnic dipandang berperan penting sebagai penghasil lulusan vokasi yang siap kerja melalui pendekatan link and match dengan kebutuhan industri
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI, Dr. Saleh Partaonan Daulay, menegaskan bahwa pendidikan vokasi pariwisata harus menjadi tulang punggung peningkatan kualitas destinasi, khususnya di wilayah perbatasan seperti Batam.
“Kami melihat Batam Tourism Polytechnic memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM pariwisata yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional. Pendidikan vokasi harus benar-benar terhubung dengan kebutuhan industri sehingga lulusannya terserap dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Komisi VII akan mendorong dukungan kebijakan agar pengembangan fasilitas, peningkatan kompetensi dosen, serta sertifikasi mahasiswa dapat terus diperkuat. “Standar global harus menjadi acuan. Batam adalah etalase Indonesia di mata dunia, sehingga kualitas pelayanannya juga harus kelas dunia,” tambahnya.” Nilai A untuk kampus ini! tuturnya
Kontributor: Bidang III
Related posts




