
Batam– Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Batam Tourism Polytechnic terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi, khususnya di wilayah Kepulauan Riau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan dosen Program Studi Manajemen Kuliner, Hendra Syaiful, sebagai asesor eksternal dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK Muhammadiyah Kabil pada 14-16 April 2026
Kegiatan UKK tahun ini dilaksanakan untuk Konsentrasi Keahlian Kuliner dan Desain Produksi Busana. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada Hendra Syaiful M.Tr.Par dari Batam Tourism Polytechnic serta Rismayeni Sari dari SAS Modiste yang telah hadir sebagai asesor eksternal dalam pelaksanaan UKK. Kehadiran para praktisi dan akademisi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses penilaian berjalan objektif, profesional, dan sesuai dengan standar industri.
Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sendiri merupakan bentuk evaluasi yang diselenggarakan khusus bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sesuai standar kualifikasi jenjang 2 atau 3 dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). UKK dilaksanakan pada tingkat akhir sebagai bagian dari proses pembelajaran dan menjadi salah satu indikator kesiapan lulusan memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur capaian kompetensi siswa sesuai bidang keahlian yang ditempuh, memfasilitasi peserta didik memperoleh sertifikat kompetensi, mengoptimalkan proses sertifikasi berbasis capaian pembelajaran, serta memperkuat sinergi antara SMK dengan dunia usaha dan dunia industri. Melalui UKK, siswa memiliki kesempatan untuk memperoleh pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri sehingga dapat meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Dalam pelaksanaan UKK bidang kuliner, Hendra Syaiful M.Tr.Par yang kerap di sapa Chef Hendra memberikan penilaian terhadap aspek teknis, kreativitas, higienitas, standar penyajian, hingga kesiapan kerja siswa. Dengan pengalaman profesional di industri perhotelan dan restoran, beliau juga membagikan wawasan mengenai standar industri hospitality dan kuliner terkini kepada peserta didik. Kehadiran praktisi dan akademisi dalam UKK menjadi bentuk nyata implementasi konsep link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
Dalam kesempatan tersebut, Chef Hendra menyampaikan apresiasinya terhadap kemampuan para siswa. “Salut dengan keterampilan yang dimiliki peserta didik. Kesungguhan dan semangat mereka menjadi poin positif yang mencerminkan hasil pendidikan dan pembinaan yang baik dari sekolah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Kabil, Anis Rohmawati, MPd menyampaikan bahwa keterlibatan praktisi industri dan perguruan tinggi sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Menurutnya, kolaborasi seperti ini dapat memastikan lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta siap menghadapi tantangan industri di masa depan.
Kontributor: Bidang III
Related posts




