
Batam, 3 / 4 – Kolaborasi lintas sektor kembali ditegaskan sebagai fondasi utama dalam mendorong pengembangan kawasan strategis berbasis pariwisata. Momentum ini tercermin dalam pertemuan antara Politeknik Pariwisata Batam bersama Direktorat Jenderal Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Transmigrasi yang berfokus pada perencanaan terpadu kawasan Barelang sebagai destinasi unggulan berbasis potensi lokal. Delegasi dipimpin oleh Bapak Ardian Hidayat, S.T., M.A.P dan tim.
Pertemuan bersama ITEBA tersebut menjadi ruang strategis untuk menyatukan perspektif antara akademisi dan pemerintah dalam merancang arah pengembangan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. Dalam konteks ini, sektor pariwisata dipandang sebagai penggerak utama yang mampu mengintegrasikan berbagai potensi, mulai dari ekonomi kreatif, budaya lokal, hingga penguatan kelembagaan masyarakat. Hadir mewakili Politeknik Pariwisata Batam, Ibu Nensi Lapotulo, M.Par, Dosen Senior Dr. I Wayan Thariqi Kawakibi Pristiwasa., M.M.Par serta Koordinator Kerjasama Amelia Teresa, S.Pd.
Sebagai bagian dari penguatan sinergi, Batam Tourism Polytechnic turut menegaskan perannya dalam mendukung pengembangan kawasan melalui pendekatan vokasi yang aplikatif. Berbagai program pendidikan, pelatihan, serta pendampingan masyarakat menjadi instrumen penting dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berdaya saing dan inklusif. Dalam diskusi, kawasan Rempang Eco City menjadi salah satu fokus utama sebagai model pengembangan kawasan strategis yang mengintegrasikan sektor pariwisata dan ekonomi transmigrasi. Penguatan kelembagaan melalui koperasi kawasan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya dalam mendukung rantai pasok industri pariwisata berbasis masyarakat.
Namun demikian, berbagai tantangan implementatif masih menjadi perhatian bersama, mulai dari optimalisasi pemanfaatan aset hingga kebutuhan pendampingan berkelanjutan. Oleh karena itu, perencanaan terpadu yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.
Melalui langkah kolaboratif ini, diharapkan pengembangan kawasan strategis pariwisata di Barelang tidak hanya menjadi proyek pembangunan semata, tetapi mampu tumbuh sebagai ekosistem yang berkelanjutan, adaptif, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Kontributor: Bidang III
Related posts




