
Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau, Budi Lesmana, didampingi jajaran pengurus dan Dewan Pakar HKTI Kepri, melakukan kunjungan kerja ke Batam Tourism Polytechnic (BTP) dan ITBEA , Kamis (17/07). Kunjungan ini disambut langsung oleh Wakil Direktur III Bidang Kerja Sama Eva Amalia, M.Si., serta Wakil Direktur I Bidang Akademik sekaligus Ketua Program Studi Manajemen Kuliner, Rosie Oktavia Puspita Rini, M.M.Par.
Kegiatan ini diawali dengan peninjauan teaching factory dapur praktik BTP, yang menjadi pusat pembelajaran berbasis produksi kuliner. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan diskusi strategis mengenai rencana kolaborasi antara HKTI, BTP, dan ITEBA dalam mendukung ketahanan pangan lokal antra lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Didampingi Kepala Bagian Kerjasama ITEBA Zainul Munir Me.TC salah satu dosen Prodi Perdagangan Internasional , M. Irvanni Bahri, S.E., M.SI., CBSM., CHRMP dan Roni Adi S.E., MM, Dosen Perdagangan Internasional ITEBA yang juga merupakan anggota Dewan Pakar HKTI Provinsi Kepulauan Riau.
“Kami melihat BTP dan ITEBA memiliki potensi besar dalam mendukung hilirisasi hasil pertanian melalui pendidikan kuliner terapan. Kami ingin membangun sinergi agar hasil pertanian lokal bisa masuk ke dapur-dapur pendidikan dan masyarakat, khususnya dalam program Makan Bergizi Gratis,” ujar Budi Lesmana. Beberapa rencana kolaborasi antara lain Penyusunan dan kurasi menu sehat bergizi berbasis pangan lokal, Supervisi pengolahan makanan dari sisi mutu, gizi, dan keamanan pangan serta pelatihan keterampilan tata boga bagi petani, UMKM, dan pengelola dapur sekolah.
Wakil Direktur III BTP, Eva Amalia, M.Si., menyambut baik inisiatif kolaboratif ini demikian juga Rosie Oktavia Puspita Rini, M.M.Par., menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini juga menjadi ruang pembelajaran kontekstual. “Kami akan libatkan mahasiswa dalam riset menu, perhitungan gizi, dan simulasi produksi. Ini pengalaman nyata dan bermakna, sekaligus kontribusi nyata bagi bangsa,” tuturnya.
Kunjungan ini menjadi tonggak awal sinergi antara sektor pertanian, pendidikan, dan teknologi untuk mendukung program prioritas nasional melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis potensi daerah.
Kontributor: Amelia Teresa
Related posts




