
Panen Raya Berdikari 2025 yang dilaksanakan pada tanggal 12 November `menjadi momentum penting bagi Politeknik Pariwisata Batam dalam menunjukkan kontribusi riil dunia vokasi terhadap hilirisasi inovasi di daerah. Pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Konsorsium Politeknik se-Kepri dan dipusatkan di Politeknik Negeri Batam tersebut, Politeknik Pariwisata Batam tampil menonjol melalui ragam capaian riset yang seluruhnya selaras dengan indikator keluaran Skema Emas Kemendiktisaintek. Kehadiran BTP dalam ajang ini tidak hanya sebagai peserta pameran, tetapi sebagai institusi vokasi pariwisata yang membawa hasil penelitian terapan berbasis ekowisata mangrove menuju implementasi nyata di masyarakat.
Panen Raya yang dilaksanakan oleh Konsorsium Politeknik se-Kepulauan Riau yang dikoordinasikan oleh Politeknik Negeri Batam (Polibatam) sukses menggelar Panen Raya Berdikari pada Rabu, 12 November 2025 di kampus Polibatam. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi (Minatsaintek), Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, sebagai bagian dari kolaborasi nasional untuk memperkuat hilirisasi hasil riset dan inovasi tepat guna di daerah. Acara dibuka secara unik oleh Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, melalui teknologi Virtual Reality (VR) Panahan, menghadirkan pengalaman simbolik tentang ketepatan arah hilirisasi riset vokasi Indonesia. Dalam sambutannya, Prof. Najib menekankan perlunya budaya hilirisasi yang kuat di lingkungan perguruan tinggi vokasi.
Pengembangan Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip
Melalui program pengembangan Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, BTP memperkenalkan rancangan awal platform digital kampungserip.com versi alpha, sebuah inovasi yang mengintegrasikan fitur virtual tour AR/VR, edukasi lingkungan, galeri kreatif, dan e-commerce. Platform ini dipamerkan dalam Panen Raya sebagai contoh bagaimana digitalisasi dapat memperkuat promosi destinasi sekaligus menghadirkan ruang baru bagi produk-produk kreatif masyarakat. Antusiasme pengunjung pameran menjadi bukti bahwa integrasi teknologi dan pariwisata diminati dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Politeknik Pariwisata Batam juga menghadirkan prototipe suvenir inovatif dari Serip Craft Studio, yang terbuat dari limbah cangkang gonggong—ikon kuliner Kepulauan Riau. Seluruh desain tersebut merupakan hasil kolaborasi dosen, mahasiswa, dan pengrajin lokal yang secara aktif terlibat dalam proses riset bahan, visual, hingga uji pasar. Di area pameran, produk-produk ini menjadi salah satu yang paling banyak mendapat perhatian karena mengangkat nilai lokal dengan pendekatan keberlanjutan, sekaligus memperlihatkan bagaimana riset vokasi dapat diterjemahkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Daya tarik lain dari partisipasi BTP pada Panen Raya Berdikari 2025 adalah diperkenalkannya Serip Craft Machine (SCM), sebuah alat produksi presisi tinggi yang diciptakan untuk mengolah limbah cangkang gonggong menjadi suvenir berkualitas. Prototipe mesin ini melalui proses perakitan bertahap sejak April hingga Juli 2025, mulai dari pembuatan rangka dan panel elektrikal, pengujian fungsi, hingga instalasi langsung di lokasi UMKM mitra. Mesin tersebut kemudian ditampilkan sebagai contoh teknologi tepat guna yang siap digunakan masyarakat, memperlihatkan bagaimana inovasi vokasi dapat memberikan solusi praktis dalam peningkatan kapasitas produksi UMKM pariwisata.
Ketua Tim Riset sekaligus Peneliti Emas Berdikari Politeknik Pariwisata Batam, Frangky Silitonga, menegaskan bahwa seluruh luaran yang dipamerkan merupakan wujud komitmen BTP untuk menghadirkan inovasi yang benar-benar digunakan oleh masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang dikembangkan—baik platform digital, suvenir, maupun mesin produksi—memiliki manfaat nyata dan dapat langsung diadopsi oleh UMKM serta masyarakat Desa Wisata Bakau Serip. Ini bukan hanya proyek riset, tetapi upaya membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis teknologi,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi pentahelix menjadi kunci keberhasilan hilirisasi, karena setiap pemangku kepentingan memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan program.
Kehadiran Politeknik Pariwisata Batam dalam Panen Raya Berdikari semakin terasa melalui partisipasi dalam pameran inovasi, diskusi publik, serta forum pentahelix yang mempertemukan akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media. Melalui keterlibatan aktif ini, BTP mempertegas posisinya sebagai institusi vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten, tetapi juga mendorong inovasi terapan yang berdampak langsung pada pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat Kepulauan Riau.
Secara keseluruhan, Panen Raya Berdikari 2025 menjadi panggung bagi Politeknik Pariwisata Batam untuk menunjukkan bahwa capaian Skema Emas bukan hanya sekadar pemenuhan indikator riset, tetapi komitmen nyata untuk menghadirkan inovasi yang hidup, digunakan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan luaran yang lengkap—mulai dari platform digital, prototipe produk, alat produksi, manual book, hingga model bisnis—BTP memperlihatkan bahwa hilirisasi riset vokasi adalah kekuatan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pariwisata berkelanjutan.
Kontributor: Bidang III
Related posts




