
Kolaborasi untuk Negeri: EMAS Berdikari Hadirkan Teknologi Pengolahan Sampah di Pandang Tak Jemu
Batam, 22 Juli 2025 – Sebagai bagian dari Program BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) EMAS Berdikari yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), tim dari Batam Tourism Polytechnic (BTP) melaksanakan kegiatan penyerahan Mesin Pengolah Sampah Kulit Gonggong di Desa Pandang Tak Jemu, Kecamatan Nongsa, Batam.
Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara khidmat, mencerminkan semangat nasionalisme. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Direktur Politeknik Pariwisata Batam Ibu Siska Amelia Maldin, M.Pd., Ketua Pokdarwis Desa Pandang Tak Jemu Bapak Gari Dafit Semet, Lurah Sambau Suryanto, S.E. (diwakilkan oleh Sekretaris Lurah Sambau), perwakilan guru Ibu Rokiah dari SMKN 4 Batam beserta para siswa, Kepala P3M Polibatam Dr. Iman Fahruzi, S.T., M.T, perwakilan Babinsa, Bapak Aji Surya Ahmadi dari PT Pasir Emas, serta Manager Operasional PT Kaitek Syamra Inovasi, Bapak Gusti Ramadani.
Dalam sambutannya, Bapak Gari Dafit Semet menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada tim EMAS Berdikari dan LPDP atas dedikasi dan kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat. Beliau berharap bahwa dengan adanya mesin ini, masyarakat dapat mengolah limbah kulit gonggong—kuliner khas Kepulauan Riau—menjadi produk kerajinan tangan bernilai jual tinggi yang mencerminkan identitas lokal desa. Menurutnya, langkah ini tidak hanya menjawab isu lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
Lurah Sambau, dalam sambutannya yang diwakilkan oleh Sekretaris Lurah, juga memberikan apresiasi atas inisiatif ini, seraya menyoroti potensi Desa Pandang Tak Jemu sebagai destinasi wisata berbasis komunitas yang terus berkembang. Ia menegaskan bahwa inovasi seperti ini selaras dengan semangat pengembangan desa wisata yang berdaya saing. “Tak terbayangkan bahwa limbah bisa menjadi peluang ekonomi yang nyata dan memberdayakan masyarakat desa,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, Direktur Batam Tourism Polytechnic Ibu Siska Amelia Maldin, M.Pd. juga menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada tim yang telah memberikan seluruh usaha dan dedikasi, sehingga acara dapat terlaksana dengan baik dan memberikan banyak manfaat pada setiap mitra yang tergabung dalam seluruh proses kegiatan ini, mulai dari perencanaan, pelatihan, hingga implementasi di lapangan.
Acara dilanjutkan dengan simbolisasi penyerahan mesin melalui pemotongan pita, menandai secara resmi dimulainya penggunaan teknologi pengolahan limbah ini oleh masyarakat. Dalam momen ini, Ketua Kegiatan EMAS Berdikari, Bapak Frangky Silitonga, S.Pd., M.S.I., memberikan demonstrasi langsung mengenai proses kerja mesin, mulai dari tahap awal pemisahan kulit hingga pengolahan menjadi bahan siap pakai untuk kerajinan tangan. Proses ini dirancang agar dapat dioperasikan secara sederhana oleh warga lokal dengan hasil maksimal.
Seluruh tamu yang hadir menyaksikan proses inovatif ini dengan antusiasme tinggi. Tidak hanya sebagai bentuk edukasi, demonstrasi ini juga menjadi ajang transfer teknologi secara praktis kepada masyarakat. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kolaborasi dan harapan baru bagi masyarakat Desa Pandang Tak Jemu dalam memanfaatkan potensi lokal untuk keberlanjutan ekonomi, pelestarian lingkungan, serta penguatan identitas budaya lokal.
Penulis: Sarah Fathiyyah Azhar
Related posts




