
Batam – Rangkaian kegiatan Hospitality Development Program (HDP) 2025 di Politeknik Pariwisata Batam menghadirkan Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Kepulauan Riau, Kombes Pol. Imam Riyadi, S.I.K., M.H. sebagai narasumber. Kegiatan ini ditujukan kepada mahasiswa dan mahasiswi baru untuk memberikan wawasan mengenai peluang sekaligus tantangan bekerja di luar negeri.
Dalam paparannya, Kombes Pol. Imam Riyadi menekankan pentingnya pemahaman terkait peran dan fungsi BP3MI dalam memberikan proteksi serta pendampingan bagi calon pekerja migran, khususnya yang ingin meniti karier di luar negeri secara legal. Mahasiswa dikenalkan dengan berbagai skema kerja internasional, mulai dari sektor formal maupun informal, hingga persyaratan administratif yang wajib dipenuhi agar terlindungi oleh payung hukum.
“BP3MI hadir untuk memastikan setiap warga negara yang bekerja di luar negeri mendapatkan perlindungan maksimal, mulai dari tahap persiapan, keberangkatan, hingga kembali ke tanah air. Kami ingin adik-adik mahasiswa memahami bahwa bekerja ke luar negeri itu sah-sah saja, asalkan melalui jalur resmi dan legal. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming yang menjerumuskan pada risiko perdagangan orang maupun eksploitasi,” ungkap Kombes Pol. Imam Riyadi dalam sesi penyampaian materi. Beliau juga menegaskan bahwa penanganan permasalahan pekerja migran harus dimulai dari hulu hingga hilir. Edukasi sejak dini di lembaga pendidikan, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk mencetak tenaga kerja yang terampil, berdaya saing, dan berangkat secara prosedural.
“Sosialisasi dan edukasi di lembaga pendidikan merupakan kunci untuk mencetak tenaga kerja yang terampil dan prosedural,” ujar Imam. Selain itu, beliau juga mengumumkan adanya rencana strategis kolaborasi antara BP3MI dengan Politeknik Pariwisata Batam dalam membangun Migrant Center. Pusat layanan ini nantinya akan menjadi wadah edukasi, informasi, sekaligus advokasi bagi masyarakat dan mahasiswa yang ingin memahami lebih dalam tentang prosedur kerja di luar negeri. Kehadiran Migrant Center di lingkungan kampus sejalan dengan visi dan misi BP3MI untuk memperkuat perlindungan, pelayanan, dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia.
“Dengan adanya Migrant Center di Politeknik Pariwisata Batam, kami berharap mahasiswa bisa menjadi pionir dalam menyebarkan informasi yang benar tentang migrasi kerja. Sekaligus, tempat ini akan menjadi rujukan bagi siapa saja yang ingin mendapat pendampingan dan pengetahuan terkait kerja ke luar negeri secara legal,” tegasnya. Kombes Pol. Imam Riyadi juga memberikan motivasi agar mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin. Dengan kompetensi pariwisata yang unggul, peluang untuk bekerja, baik di dalam maupun luar negeri, akan semakin terbuka luas. “Pesan saya, bangunlah mental siap bersaing, kuasai keterampilan hospitality dengan baik, dan jangan pernah lupa menjaga nama baik bangsa di manapun kalian berada. Kami di BP3MI selalu siap mendukung dan melindungi tenaga kerja Indonesia yang berangkat secara prosedural dan legal,” pungkasnya.
Kehadiran Kepala BP3MI Kepri dalam HDP 2025 tidak hanya memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa baru tentang dunia kerja internasional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi nyata antara lembaga pendidikan dan instansi pemerintah dalam membangun sistem perlindungan pekerja migran yang lebih kuat dan terintegrasi.
Kontributor: Bidang III
Related posts




