
Batam — Institut Kesehatan dan Teknologi (IKT) Kartini Batam melaksanakan kunjungan kerja ke Politeknik Pariwisata Batam (BTP) pada Rabu, 14 Januari 2026. Kunjungan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antar perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada isu-isu strategis nasional di bidang kesehatan.
Penandatanganan MoU menitikberatkan pada kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada isu kesehatan masyarakat, gizi, serta pencegahan dan penanganan stunting. Kolaborasi ini diselaraskan dengan kompetensi masing-masing institusi, di mana IKT Kartini Batam memiliki keunggulan di bidang kesehatan dan teknologi, sementara Politeknik Pariwisata Batam berpengalaman dalam pengembangan kepariwisataan, tata boga, perhotelan, dan layanan berbasis hospitality.
Direktur Politeknik Pariwisata Batam, Siska Amelia Maldin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama ini membuka ruang kolaborasi lintas disiplin yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Isu kesehatan, gizi, dan stunting tidak dapat ditangani secara parsial. Melalui kolaborasi ini, kompetensi vokasi di bidang tata boga, pelayanan makanan, dan hospitality dapat diintegrasikan dengan keilmuan kesehatan untuk menghasilkan program edukasi gizi, pengembangan menu sehat, serta pengabdian masyarakat yang berdampak langsung,” jelasnya.
Rektor Institut Kesehatan dan Teknologi Kartini Batam, Dr. Hary Jocom, M.Si, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung agenda nasional penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. “Sinergi antara bidang kesehatan dan pariwisata memiliki peran penting dalam membangun kesadaran gizi dan pola hidup sehat. Kami melihat potensi besar untuk mengembangkan riset terapan, edukasi masyarakat, serta program pengabdian bersama yang berfokus pada pencegahan stunting dan peningkatan kualitas gizi, khususnya di wilayah Kepulauan Riau,” ungkapnya. Turut hadir dari IKTK Bapak Victor Palupessy, M.Kes, Angga Trisatria, S.Tr.Kom,EHE, Dwi gananti, S.Sos dan Hardiyanti., M.Kom.
Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan tour de campus di lingkungan Politeknik Pariwisata Batam. Rombongan IKT Kartini Batam meninjau fasilitas praktik pembelajaran, khususnya laboratorium manajemen kuliner dan sarana pendukung pendidikan vokasi, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dalam pengembangan produk pangan sehat, menu berbasis gizi seimbang, serta pelatihan bagi masyarakat dan pelaku industri. Kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi kelembagaan untuk merumuskan tindak lanjut kerja sama, antara lain pertukaran dosen dan mahasiswa, kolaborasi penelitian terapan di bidang gizi dan kesehatan berbasis pariwisata, serta pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, Politeknik Pariwisata Batam dan Institut Kesehatan dan Teknologi Kartini Batam optimistis dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing.
Kontributor: Bidang III
Related posts




