
Mahasiswa Program Studi Manajemen Kuliner dan Manajemen Tata Hidangan Semester V Politeknik Pariwisata Batam melaksanakan kunjungan akademik ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau pada Jumat, 05 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai sistem keuangan nasional, transformasi digital dalam pembayaran, keuangan inklusif, serta kebijakan bank sentral yang berhubungan dengan sektor pariwisata dan hospitality.
Kunjungan dimulai dengan sambutan oleh Bapak Adik Afrinaldi, Asisten Direktur sekaligus Kepala Tim Implementasi KEKDA Bank Indonesia Kepri. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi percepatan ekosistem finansial digital di Indonesia. Menurutnya, pemahaman mengenai sistem pembayaran nasional, perlindungan konsumen, serta kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol identitas dan kedaulatan negara menjadi kompetensi fundamental bagi profesional masa depan, termasuk di sektor pariwisata.
Materi utama yang dipaparkan dalam sesi presentasi meliputi Kebanksentralan, Sistem Pembayaran Digital, QRIS, CBP (Cinta, Bangga, Paham) Rupiah, Keuangan Inklusif, dan Pelindungan Konsumen. Sesi berlangsung interaktif dan dinamis, dipandu oleh Bapak Benyamin Situmorang dari Humas Bank Indonesia Kepri, yang turut membuka ruang diskusi teknis bagi mahasiswa untuk mengaitkan materi dengan praktik finansial di industri hospitaliti dan pariwisata. Rombongan mahasiswa didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah, yakni Eva Amalia, M.Si (Hukum Pariwisata), Zahara Fatimah, M.Ak (Akuntansi), dan Hendra Syaiful, M.Tr.Par (Pengendalian Biaya). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan materi perkuliahan dengan implementasi nyata di lapangan, serta memahami bahwa literasi keuangan dan kecakapan digital merupakan elemen penting dalam pengelolaan usaha pariwisata yang modern, adaptif, dan berdaya saing global.
Materi inti kemudian dipandu oleh Bapak Benyamin Situmorang dari Tim Humas Bank Indonesia Kepri, Tidak tanggung tanggung terdapat 4 (empat) pemateri yang membawakan topik mengenai QRIS, Sistem Pembayaran Nasional, Pelindungan Konsumen, Keuangan Inklusif, dan Strategi Digitalisasi Ekonomi. Suasana kelas berlangsung dinamis dengan interaksi dan tanya jawab yang menunjukkan kesiapan mahasiswa mengaitkan teori dengan kondisi industri nyata, terutama pada praktik transaksi di restoran, café, hotel, bakery, hingga event dan wedding organizer yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata modern.
Salah satu dosen pendamping yang juga merupakan Wakil Direktur III Politeknik Pariwisata Batam Eva Amalia, M.Si menyampaikan:
“Digitalisasi sistem pembayaran sudah menjadi bagian integral dalam industri pariwisata, sehingga pemahaman terhadap kebijakan Bank Indonesia—seperti QRIS, keuangan inklusif, dan perlindungan konsumen—sangat penting bagi mahasiswa. Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk kesadaran bahwa Rupiah adalah identitas bangsa yang harus dijaga, selaras dengan moto BI ‘Membangun Kepercayaan dan Stabilitas untuk Negeri.’ Poltekpar Batam berkomitmen terus berkolaborasi agar mahasiswa siap berkompetisi di era ekonomi digital dan global.”
Kegiatan ini sekaligus memperkuat makna slogan Bank Indonesia, “Bank Indonesia — Di Setiap Makna Indonesia,” yang menegaskan bahwa peran Bank Indonesia hadir bukan hanya pada level kebijakan ekonomi makro, tetapi juga dalam aspek edukasi, literasi keuangan, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Kehadiran Bank Indonesia dirasakan dalam setiap denyut pembangunan bangsa—termasuk dalam proses pembelajaran generasi muda yang kelak berkontribusi pada masa depan industri pariwisata Indonesia.
Kunjungan ini menjadi langkah konkret Politeknik Pariwisata Batam dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul dari sisi pelayanan dan kompetensi teknis industri pariwisata, tetapi juga cerdas finansial, adaptif terhadap inovasi digital, serta memahami sistem ekonomi nasional yang menopang keberlanjutan ekosistem pariwisata Indonesia.
Kontributor: Bidang III
Related posts




