
SDM Kuliner Harus Siap Berkompetisi! Sejumlah praktisi kuliner nasional dan internasional turut berbagi pandangan dalam kegiatan FGD Kurikulum Politeknik Pariwisata Batam, salah satunya adalah Chef Norman Ismail , Celebrity Chef sekaligus Brand Ambassador yang hadir secara daring yang menyampaikan bahwa kekayaan kuliner nusantara perlu dikelola dengan teknik internasional. “Industri kuliner Indonesia punya kekayaan luar biasa. Mahasiswa perlu belajar mengolahnya dengan teknik internasional agar bisa bersaing di pasar global,” tuturnya.
Selain itu Chef Rizky yang merupakan Chef De Cuisine Wyndham, menekankan disiplin dan detail dalam dunia kuliner. “Dunia kuliner sangat kompetitif. Kurikulum harus mengajarkan detail, disiplin, dan konsistensi, karena itulah yang membentuk standar profesional seorang chef,” ungkapnya. Hal ini dipertajam oleh Chef Arko Iskandar, Pastry Chef Marriot Batam , menekankan bahwa mahasiswa sejak dini sangat perlu untuk menguasai segala macam teknik dasar termasuk untuk pastry dan bakery yang kuat. Menurutnya, mahasiswa perlu dilatih dengan disiplin praktik tinggi agar memiliki standar internasional yang sesuai dengan kebutuhan hotel berbintang. Membagikan pengalaman mengenai peran kreativitas dan personal branding dalam membangun karier. Ia menekankan bahwa lulusan vokasi harus mampu menyeimbangkan kemampuan teknis dengan kemampuan komunikasi dan jejaring profesional. Selain itu dari Bali, Chef Stanley yang mewakili Association of Culinary Professionals menegaskan pentingnya sertifikasi profesi dan jejaring asosiasi. Hal ini diyakini mampu meningkatkan daya saing lulusan baik di dalam negeri maupun kancah internasional. Sessi dilengkapi dengan pandangan Chef Dimas, Demi Chef Marriot, yang menekankan pentingnya sikap kerja, etos profesional, serta keterampilan tim (teamwork). Ia mengingatkan bahwa industri perhotelan menuntut kecepatan, ketelitian, dan kerjasama lintas divisi. Chef Arko Iskandar (Pastry Chef Marriot) menggesa pentingnya kurikulum mengakomodir kreasi dan tren terkini seperti chocolate, ice crafting dan lainnya.
Di sisi lain, Rahma Nabila Ramkar, pemilik Tjap Nyonya Dimsum & Vold, menyoroti pentingnya kewirausahaan. “Kewirausahaan adalah pintu yang harus dibuka lebar-lebar dalam kurikulum kuliner. Lulusan harus punya mental ‘berani usaha’ selain siap kerja,” jelasnya. Dimoderatori oleh Chef Tri Munthia setelah pemaparan kerangka kurikulum terbaru oleh Sekretaris Prodi Manajemen Kuliner Chef Christina Koh .,M.Tr.Par . Rangkaian FGD ini, Poltekpar Batam bersama para mitra industri diharapkan dapat membantu merumuskan arah pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri pariwisata, hospitality, dan kuliner, sekaligus menegaskan peran kampus dalam mencetak SDM unggul yang siap bersaing di level nasional maupun internasional. Wakil Direktur I Bidang Akademik Rosie Oktavia Puspita Rini M.Tr.Par menyampaikan apresiasi kepada mitra industry yang hadir “Kami yakin dan percaya sinergi dan kolaborasi ini menjadi kunci utama optimalisasi SDM di bidang hospitality”.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi milestone dari perjalanan Politeknik Pariwisata Batam
namun juga menjadi ajang silaturahmi untuk mengoptimalkan sinergi dan kolaborasi.
Kontributor: Bidang III
Related posts




