
Batam – Kehadiran salah satu sosok inspiratif dunia kuliner tanah air, Chef Norman Ismail, menjadi sorotan utama dalam gelaran Pastry Festival yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Kuliner Politeknik Pariwisata Batam (BTP). Festival yang berlangsung semarak ini semakin istimewa berkat kontribusi langsung Chef Norman sebagai juri tamu dalam babak final kompetisi, sekaligus pembicara dalam sesi intimate talk yang penuh kehangatan dan motivasi.
Chef Norman, yang dikenal luas sebagai pemilik sekaligus koki dari berbagai restoran ternama seperti Marlo’s Kitchen, Chez Norman Jakarta, dan Steakology Jakarta, serta menjabat sebagai Chef Ambassador MODENA dan Brand Ambassador Regal Springs Indonesia, secara khusus terbang dari Jakarta ke Batam untuk mendukung acara ini. Meski telah mencapai posisi senior di industri kuliner, sosoknya tetap rendah hati dan hangat, membuat seluruh civitas akademika BTP merasa bangga dan terinspirasi.
Kegiatan beliau diawali dengan kunjungan ke kampus Batam Tourism Polytechnic, di mana ia disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan mahasiswa. Kehadirannya memberikan semangat tersendiri bagi para calon chef muda. Kemudian, Chef Norman langsung mengambil peran sebagai juri utama pada babak final kompetisi Pastry Festival, memberikan penilaian dengan standar tinggi namun disertai arahan edukatif yang sangat berharga bagi peserta.
Sebagai penutup agenda, diadakan sesi intimate talkshow bertempat di Oakwood Hotel Batam, yang menghadirkan diskusi santai namun sarat makna. Dalam sesi ini, Chef Norman membagikan perjalanan kariernya, pengalaman dalam membangun merek kuliner, serta pentingnya membentuk karakter dan etika dalam dunia gastronomi. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pelaku industri, tampak antusias menyerap setiap pengalaman dan nasihat yang disampaikan.
Kehadiran Chef Norman Ismail di Pastry Festival tidak hanya menjadi momen bersejarah bagi mahasiswa Manajemen Kuliner, tetapi juga mengukuhkan reputasi Politeknik Pariwisata Batam sebagai institusi vokasi pariwisata yang mampu menghadirkan jejaring profesional dari tingkat nasional hingga internasional. Dukungan dari figur sekaliber Chef Norman menjadi simbol bahwa BTP terus berkembang menjadi pusat unggulan pendidikan kuliner yang adaptif, inspiratif, dan berkelas dunia.
Dengan pengalaman langsung dari tokoh industri sekelas Chef Norman, mahasiswa BTP tidak hanya mendapatkan inspirasi, tetapi juga motivasi nyata bahwa dunia kuliner adalah panggung besar yang bisa diraih oleh mereka yang mau belajar, berani mencoba, dan terus mencintai profesinya. Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kampus dan dunia industri.
Penulis: Arina Luthfini Lubis
Related posts




