
Politeknik Pariwisata Batam (BTP) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan mutu pendidikan tinggi dengan sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Penguatan Mutu Pendidikan Tinggi Berbasis Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Kegiatan ini menghadirkan pimpinan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan LLDIKTI, serta menjadi forum strategis bagi pimpinan dan pengelola perguruan tinggi dalam memahami arah kebijakan akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi terkini.
Seminar dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di Natuna Function Room Politeknik Pariwisata Batam dan diselenggarakan secara hybrid melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BTP dalam memperkuat tata kelola institusi dan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan berdampak.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional di bidang penjaminan mutu dan akreditasi pendidikan tinggi, yaitu Prof. Ari Purbayanto, Ph.D., Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, serta Dr. H. Nopriadi, SKM., M.Kes., Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau. Seminar dibuka dengan sambutan oleh Direktur Politeknik Pariwisata Batam, Siska Amelia Maldin, S.Pd., M.Pd.
Seminar dihadiri secara luring oleh para pimpinan perguruan tinggi di Kota Batam, serta diikuti oleh hampir 150 peserta secara daring yang berasal dari lingkup kerja LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, hingga peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Turut hadir Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA, Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan mutu dan tata kelola pendidikan tinggi.
Dalam paparannya, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D. menegaskan bahwa penjaminan mutu merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Penjaminan mutu bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi merupakan proses berkelanjutan untuk memastikan perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang kompeten, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia kerja. Implementasi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 menjadi kunci dalam membangun budaya mutu yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA, Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan mutu pendidikan tinggi harus didukung oleh tata kelola institusi yang baik dan komitmen seluruh pemangku kepentingan.
“Perguruan tinggi harus dikelola secara profesional, adaptif, dan akuntabel agar mampu menjawab tantangan perubahan kebijakan serta kebutuhan dunia usaha dan industri. Dukungan yayasan menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan mutu institusi,” ungkapnya.
Direktur Politeknik Pariwisata Batam, Siska Amelia Maldin, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa seminar ini menjadi ruang pembelajaran strategis bagi pengelola perguruan tinggi.
“Melalui kegiatan ini, BTP terus berupaya memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta meningkatkan kesiapan institusi dalam menghadapi dinamika kebijakan akreditasi dan tuntutan kualitas pendidikan tinggi yang semakin kompleks,” jelasnya.
Kegiatan seminar kemudian dilanjutkan dengan campus tour Politeknik Pariwisata Batam, yang diikuti oleh narasumber dan tamu undangan. Peserta meninjau secara langsung berbagai sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, termasuk fasilitas praktik, laboratorium, dan area pendukung kegiatan akademik dan kemahasiswaan.
Menanggapi fasilitas yang dimiliki BTP, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D. menyampaikan apresiasinya terhadap kesiapan infrastruktur kampus.
“Sarana dan prasarana yang dimiliki Politeknik Pariwisata Batam sudah sangat baik dan relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi. Fasilitas praktik yang memadai menjadi modal penting dalam mendukung pencapaian mutu pembelajaran dan peningkatan daya saing lulusan,” ungkapnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025, khususnya terkait penguatan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti), kebijakan akreditasi, serta strategi peningkatan mutu perguruan tinggi yang relevan dengan standar nasional dan kebutuhan pemangku kepentingan.
Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi forum strategis bagi pimpinan dan pengelola perguruan tinggi dalam menyelaraskan kebijakan penjaminan mutu, meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, serta memperkuat daya saing institusi secara berkelanjutan.
Kontributor Bidang III
Related posts




