
Batam, 7 Agustus 2026 – Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT Pekanbaru) secara resmi membuka Pelatihan Barista di kawasan Rempang Eco-City, Batam, Kepulauan Riau, pada Jumat (7/8/2026) dan berlangsung hingga 14 Agustur 2026 . Program ini diikuti oleh 30 peserta dari masyarakat transmigrasi lintas usia yang didominasi oleh generasi muda, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan keterampilan, kompetensi, dan kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha di bidang kopi.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BPPMT Pekanbaru, Ahmad Syahir, serta dihadiri oleh Lurah Sembulang, perwakilan Camat Galang, dan Wakil Direktur III Batam Tourism Polytechnic. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan akademisi ini bertujuan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi, khususnya pada sektor jasa dan ekonomi kreatif. Dalam sambutannya, Kepala BPPMT Pekanbaru, Ahmad Syahir, menekankan pentingnya penguasaan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk menciptakan peluang usaha baru di kawasan Rempang Eco-City.
“Pelatihan barista ini tidak hanya berfokus pada teknik penyajian kopi, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman standar pelayanan, pengelolaan usaha, hingga strategi pengembangan produk yang memiliki nilai tambah. Kami ingin memastikan alumni pelatihan ini benar-benar siap menjadi wirausahawan mandiri yang mampu menangkap peluang ekonomi lokal,” ujar Ahmad Syahir.
Dari sisi akademisi, Wakil Direktur III Batam Tourism Polytechnic, Eva Amalia, M.Si., menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung keberlanjutan pengembangan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif bagi warga transmigrasi di kawasan tersebut. “Politeknik Pariwisata Batam siap bersinergi secara berkelanjutan dalam merencanakan serta menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat transmigrasi Rempang. Kami ingin memastikan bahwa peningkatan kompetensi ini berjalan berkesinambungan, sehingga masyarakat memiliki daya saing yang kuat dan mampu mengelola potensi daerah secara profesional,” tegas Eva Amalia, M.Si.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Lurah Sembulang yang menyambut positif hadirnya program pemberdayaan berbasis potensi generasi muda ini. “Kami sangat mengapresiasi langkah BPPMT Pekanbaru yang mendatangkan pelatihan relevan bagi warga kami, khususnya anak-anak muda di Sembulang. Kehadiran usaha kedai kopi berbasis kearifan lokal kelak tidak hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga menjadi wadah positif bagi pemuda untuk berkarya dan membangun daerahnya sendiri,” ungkap Lurah Sembulang.
Selama pelatihan, para peserta dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman, Taufik Bachrul Ulum Lubis, S.Tr.Par (Bang Arul). Pelatihan mencakup pengetahuan teori dan praktik komprehensif, mulai dari pengenalan biji kopi, teknik dasar espresso, manual brew, pembuatan milk-based beverage, pelayanan pelanggan, hingga strategi memulai dan mengelola usaha kedai kopi (coffee shop).
Sebagai keberlanjutan dari program ini, unit mesin kopi dan peralatan pendukung akan dibeli untuk memfasilitasi dimulainya operasional kedai kopi di lokasi tersebut. Kedai kopi yang dirintis oleh para peserta dirancang untuk mengusung konsep kearifan lokal, baik dari segi pemanfaatan potensi daerah maupun nuansa budaya setempat.
Melalui keterlibatan aktif generasi muda dalam pelatihan ini, BPPMT Pekanbaru bersama pihak pemerintah setempat berharap dapat melahirkan wirausahawan baru yang mandiri, terampil, dan berdaya saing dalam mendukung industri pariwisata serta roda perekonomian di Rempang Eco-City.
Kontribusi Bidang III
Related posts




