
Batam – Hubungan antara Singapura dan Kepulauan Riau tidak hanya terjalin dalam bidang ekonomi dan investasi, tetapi juga melalui penguatan kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Hal tersebut tercermin dalam kunjungan kerja Menteri Negara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri Singapura, Zhulkarnain Abdul Rahim, ke Politeknik Pariwisata Batam pada 3 September 2026. Dalam kunjungannya, Zhulkarnain didampingi oleh Ketua Badan Pembina Yayasan Vitka, Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si., Ketua Yayasan Vitka, Astika Mutiarazma, M.Sc., Ketua Badan Operasional Yayasan Vitka, Alvidyan Virgazman, M.Sc., beserta jajaran Direksi Yayasan Vitka. Turut mendampingi, Direktur Politeknik Pariwisata Batam, Wakil Direktur I, II, dan III, para Ketua Program Studi, serta sivitas akademika Politeknik Pariwisata Batam.
Kunjungan diawali dengan dialog bersama mahasiswa dan tenaga pengajar. Dalam kesempatan tersebut, Zhulkarnain bertukar pandangan mengenai pendidikan vokasi, pengembangan kompetensi, serta pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan daya saing di industri pariwisata, khususnya dalam menghadapi kebutuhan industri di kawasan regional. Selain berdialog dengan sivitas akademika, Zhulkarnain juga berkesempatan melakukan campus tour untuk melihat secara langsung berbagai fasilitas sarana dan prasarana pembelajaran yang tersedia di Politeknik Pariwisata Batam. Ia meninjau sejumlah laboratorium praktik yang menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.
Salah satu momen menarik dalam kunjungan tersebut adalah ketika Minister Zhulkarnain mencoba secara langsung kegiatan praktik pizza making di Lab Pizza Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pendekatan pembelajaran vokasi yang diterapkan Politeknik Pariwisata Batam, di mana mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan industri. Mengapresiasi fasilitas dan lingkungan pembelajaran yang ada, Zhulkarnain menyampaikan kesannya terhadap pendidikan vokasi yang dikembangkan di Politeknik Pariwisata Batam.
“I am very impressed by the facilities and learning environment at Batam Tourism Polytechnic. It is encouraging to see how the institution provides students with hands-on learning experiences that are closely connected to the tourism and hospitality industry.” Menurutnya, hubungan yang semakin erat antara Singapura dan Batam juga dapat dikembangkan melalui kolaborasi di bidang pendidikan, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi Politeknik Pariwisata Batam dalam memperkuat jejaring internasional sekaligus memperkenalkan kontribusi pendidikan vokasi dalam menyiapkan talenta pariwisata yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global. Melalui interaksi langsung antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sivitas akademika, kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman serta mendorong terjalinnya kerja sama yang lebih luas antara Batam dan Singapura, khususnya dalam bidang pendidikan vokasi, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kontributor Bidang III , Rizka Aulia
Related posts




