
Batam, 16 Juli 2025 — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau melakukan diskusi dan sesi sharing bersama Tim Center of Excellence (Pusat Unggulan Strategis) Batam Tourism Polytechnic, didampingi tim dari Institut Teknologi Batam (ITEBA). Pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut atas Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani sebelumnya, dengan tujuan memperkuat sinergi dalam peningkatan kapasitas dan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Dalam pertemuan tersebut, hadir Wakil Direktur III Bidang Kerja Sama Batam Tourism Polytechnic, Eva Amalia, M.Si., bersama Tim Center of Excellence Supardi, M.M. dan Riena Moesrin, M.Tr.Par. Dari pihak ITEBA, turut hadir Kepala Bagian Kerja Sama, Zainul Munir. Me.TC Sementara dari BP3MI Kepulauan Riau, hadir langsung Analis Kebijakan APBN, Andrival Agung Cakra, bersama Qistina Yusuf, Analis Kebijakan BP3MI Kepulauan Riau
Diskusi mencakup rencana pelaksanaan program Migrant Care, penguatan pelatihan berbasis kompetensi untuk calon maupun purna PMI, serta pengembangan kurikulum vokasi yang menyesuaikan kebutuhan industri global, khususnya di sektor hospitality, kuliner, dan layanan profesional lainnya. Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem pelatihan terpadu dan berstandar, guna mempersiapkan SDM migran asal Kepulauan Riau agar lebih kompeten dan berdaya saing tinggi.
Andrival Agung Cakra menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam menyinergikan kebijakan pelindungan PMI dengan dukungan pendidikan vokasi yang adaptif. “Kami menyambut baik kerja sama strategis ini. Penguatan kapasitas PMI harus dimulai sejak dari daerah asal, melalui pelatihan-pelatihan yang terstruktur dan relevan. Kami ingin memastikan bahwa PMI tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tapi juga kesiapan mental, budaya, dan pemahaman hukum kerja di luar negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Andrival menambahkan bahwa sinergi lintas sektor ini menjadi bukti komitmen bersama dalam menciptakan sistem migrasi aman dan bermartabat. “Kami percaya, dengan dukungan dari lembaga vokasi seperti Poltekpar Batam dan ITEBA, transformasi pelindungan PMI bisa lebih konkret dan berkelanjutan,” ujarnya. Batam Tourism Polytechnic melalui Tim COE menyatakan komitmennya dalam menyediakan pelatihan dan pendampingan berbasis kompetensi sesuai dengan kebutuhan kerja internasional. Dengan didukung oleh ITEBA sebagai mitra strategis dalam pengembangan teknologi pelatihan, kerja sama ini diharapkan dapat memperluas manfaat langsung kepada para calon PMI dan masyarakat luas di wilayah Kepulauan Riau.
Pertemuan ini menjadi pijakan awal untuk membangun program-program konkret di lapangan yang berdampak langsung pada kualitas dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia di masa depan.
Kontributor : Amelia Teresa
Related posts




