
Melalui kegiatan Freedom 250 Celebration: A Taste of America dalam format Cooking & Sharing Culinary Diplomacy.yang diselenggarakan pada Jumat, 6 Februari 2026, kegiatan ini menjadi panggung pertemuan budaya Indonesia dan Amerika Serikat melalui kekuatan rasa, teknik, dan cerita di balik sajian khas American BBQ. Acara tersebut mendapat kehormatan dengan kehadiran Lisa Podolny, U.S. Consul for Sumatra, yang turut menyapa dan berinteraksi langsung dengan mahasiswa, dosen, serta tamu undangan. Dalam sambutannya, Lisa Podolny menyampaikan bahwa diplomasi tidak selalu berlangsung di ruang pertemuan formal, tetapi juga dapat terbangun melalui meja makan dan dapur. “Makanan adalah cara paling hangat untuk saling mengenal. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berbagi resep, tetapi juga berbagi nilai, tradisi, dan persahabatan,” ujarnya.
Demonstrasi memasak dipandu oleh Chef Karium Jackson Nainggolan atau yang akrab disapa Chef Jacko, didampingi Chef Widyo serta Asistant Chef Nadya Natasha, mahasiswi semester V yang juga merupakan finalis Chef DAAI TV Tahun 2026. Kolaborasi ini menghadirkan sinergi antara profesional industri dan talenta muda, sekaligus menjadi ruang pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.Dalam sesi praktik, peserta diperkenalkan dengan penggunaan saus ikonik Amerika seperti Heinz 57 Sauce, saus serbaguna yang dapat digunakan sebagai steak sauce, cocolan, hingga pelengkap burger dan daging panggang. Selain itu, hadir pula Sweet Baby Ray’s Sweet ‘n Spicy Barbecue Sauce, salah satu saus BBQ paling populer di Amerika dengan perpaduan rasa manis dan smoky yang seimbang—cocok untuk ribs, ayam panggang, hingga burger. Penggunaan produk autentik ini memperkaya pengalaman rasa sekaligus memperkenalkan standar cita rasa khas Amerika kepada mahasiswa.
Direktur Politeknik Pariwisata Batam, Siska Amelia Maldin, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat wawasan global mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif internasional. Culinary diplomacy seperti ini menjadi sarana nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pendidikan dan kerja sama internasional,” ungkapnya.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.Tak sekadar memasak, kegiatan ini menghadirkan sesi storytelling mengenai tradisi BBQ di Amerika sebagai simbol kebersamaan, perayaan, dan identitas budaya. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik marinating, grilling, glazing, dan plating modern, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap sajian.
Freedom 250 Celebration: A Taste of America membuktikan bahwa makanan adalah bahasa universal yang melampaui batas geografis dan perbedaan budaya. Melalui diplomasi kuliner, Batam Tourism Polytechnic terus membangun jembatan persahabatan lintas negara serta memperluas wawasan global sivitas akademika.
Food connects cultures, and culinary diplomacy builds bridges beyond
Kontributor: Bidang III
Related posts




