
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum yang diselenggarakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025 tidak hanya menghadirkan praktisi industri, tetapi juga alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang perhotelan , manajemen tata hidangan, manajemen divisi kuliner dan manajemen kuliner. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata kontribusi Politeknik Pariwisata Batam dalam mencetak lulusan yang kompetitif sekaligus memberikan masukan berharga untuk penguatan kurikulum. Hadir melalui sesi daring Ardi Gunawan, Alumni Angkatan 2019 yang saat ini berkarier sebagai Talent FB di W Hotel Hongkong, berbagi pengalaman tentang tantangan bekerja di hotel internasional yang menuntut disiplin, kemampuan adaptasi lintas budaya, serta penguasaan bahasa asing. Menurutnya, mahasiswa perlu membangun mental kerja profesional sejak masa studi agar siap bersaing di level global.
Dari sisi pengelolaan SDM, Bentang Wiseka, Alumni Prodi Manajemen Divisi Kamar yang saat ini berkarier sebagai HR Executive Learning Development Marriot Hotel Batam, menekankan pentingnya soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan teamwork. Ia juga menambahkan bahwa lulusan perlu memahami dan menginternalisasi nilai-nilai utama industri hospitality tempat kerja. Ia mencontohkan values Marriott, yakni Put People First, Pursue Excellence, Act with Integrity, Embrace Change, dan Serve Our World. Nilai seperti ini hendaknya dijadikan referensi pembelajaran dalam kurikulum sehingga dapat menjadi fondasi penting dalam membangun karier di industri perhotelan internasional.
Sementara itu, 2(dua) orang alumni Manajemen Kuliner Chef Yube dari Half’s Tea Spoon Batam menyoroti pentingnya keberanian berwirausahaan yang sebenarnya sudah dipelajari di bangku perkuliahan hanya saja perlu catch up dengan perkembangan jaman Pandangan senada juga disampaikan Chef Adi, Commis Pastry di Swissbel Hotel, yang menegaskan perlunya ruang coaching peminatan agar mahasiswa dapat diarahkan sesuai bakat dan minatnya misalnya pastry dimana mahasiswa harus mendapatkan latihan praktik yang intensif agar memiliki spesialisasi yang jelas dan menjadi nilai tambah saat memasuki dunia kerja.
Sharing para alumni ini memperkaya perspektif pengembangan kurikulum, sehingga lulusan tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga spesialisasi, kreativitas, soft skills yang mumpuni, serta pemahaman nilai-nilai industri untuk bersaing di tingkat global.
Kontributor: Bidang III
Related posts




