
Indonesia tak hanya kaya akan destinasi wisata alam dan budaya, tetapi juga menyimpan ragam kuliner tradisional yang memanjakan lidah dan menenangkan jiwa. Salah satu daya tarik wisata kuliner di berbagai daerah adalah keberadaan minuman tradisional hangat yang bukan hanya menyegarkan, tetapi juga mengandung berbagai manfaat kesehatan. Menjelajahi suatu daerah tidak akan lengkap tanpa mencicipi minuman khas yang menjadi identitas lokal, terutama saat cuaca dingin atau ketika tubuh membutuhkan kehangatan.
Sebagai institusi yang berkomitmen dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kuliner, Batam Tourism Polytechnic merangkum tiga destinasi di Indonesia yang dikenal dengan minuman hangat khasnya. Mulai dari ramuan rempah-rempah Keraton di Yogyakarta, paduan kacang dan jahe di Jawa Tengah, hingga minuman berbasis jahe yang kuat dari Makassar, semua memiliki cerita dan cita rasa yang khas. Simak ulasan berikut untuk mengenal lebih dekat tiga minuman hangat dari tiga daerah yang bikin nyaman dan layak dicicipi saat berwisata.
- Yogyakarta: Wedang Uwuh
Yogyakarta, kota budaya yang terkenal dengan nuansa klasiknya, tak hanya memikat melalui keindahan keraton, candi, dan batiknya, tetapi juga dengan minuman tradisional bernama wedang uwuh. Dalam bahasa Jawa, “wedang” berarti minuman hangat, sementara “uwuh” berarti sampah. Nama unik ini merujuk pada penampilan minuman yang berisi banyak bahan rempah-rempah sehingga tampak seperti kumpulan dedaunan.
Komposisi Wedang Uwuh:
- Daun dan kayu secang (memberi warna merah alami)
- Jahe
- Cengkeh
- Kayu manis
- Kapulaga
- Serutan pala
- Gula batu atau gula aren
Manfaat:
- Menghangatkan tubuh
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Melancarkan peredaran darah
Wedang uwuh biasanya disajikan di sekitar area Keraton Yogyakarta dan banyak tersedia di warung-warung tradisional. Suasana hangat Yogyakarta terasa lebih lengkap dengan menyeruput wedang uwuh di sore hari sembari menikmati pementasan seni atau sekadar bersantai di sekitar Alun-Alun Kidul.
- Jawa Tengah: Wedang Ronde & Sekoteng
Jawa Tengah memiliki beragam minuman hangat, tetapi dua yang paling dikenal adalah wedang ronde dan sekoteng. Keduanya berbasis jahe, namun memiliki komposisi dan sensasi yang berbeda.
- Wedang Ronde
Minuman ini terdiri dari air jahe hangat yang disajikan dengan bola-bola ketan isi kacang tanah manis, lengkap dengan kolang-kaling, kacang tanah sangrai, dan potongan roti tawar.
Ciri khas:
- Bola ronde dibuat dari tepung ketan yang kenyal dan legit.
- Cocok disajikan saat malam hari atau di daerah pegunungan seperti Dieng atau Bandungan.
Manfaat:
- Menghangatkan tubuh
- Menambah energi
- Meningkatkan suasana hati
- Sekoteng
Sekoteng mirip dengan wedang ronde tetapi dengan bahan pelengkap berbeda. Dalam satu mangkuk sekoteng, biasanya terdapat kacang hijau rebus, potongan roti, kacang tanah goreng, pacar cina (mutiara), dan air jahe panas.
Ciri khas:
- Rasa manis dan hangat dengan tekstur beragam dalam satu sajian.
- Umum ditemukan di malam hari di sekitar Semarang, Solo, dan Magelang.
Kedua minuman ini tak hanya menyenangkan lidah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner jalanan Jawa Tengah yang patut dipertahankan.
- Makassar: Sarabba
Dari ujung timur Indonesia, tepatnya dari Makassar, Sulawesi Selatan, hadir minuman khas bernama Sarabba. Minuman ini merupakan racikan rempah yang kuat dan khas, cocok diminum pada malam hari atau saat cuaca sedang tidak bersahabat.
Komposisi Sarabba:
- Jahe segar
- Gula aren
- Santan kelapa
- Kuning telur (opsional, untuk versi khusus)
- Merica bubuk
Keunikan:
- Rasa pedas hangat dari jahe berpadu dengan gurihnya santan dan manisnya gula aren.
- Tambahan kuning telur menjadikan teksturnya lebih kental dan kaya nutrisi.
Manfaat:
- Meredakan masuk angin dan flu
- Menambah stamina
- Menghangatkan tubuh dari dalam
Sarabba biasa disajikan di warung kaki lima dan angkringan lokal di Makassar, terutama pada malam hari. Minuman ini sering dinikmati sambil berbincang santai atau bersantai di pinggir Pantai Losari.
Kesimpulan
Minuman hangat tradisional di Indonesia bukan sekadar pelepas dahaga, tetapi juga bagian penting dari identitas kuliner daerah. Wedang uwuh dari Yogyakarta, wedang ronde dan sekoteng dari Jawa Tengah, serta sarabba dari Makassar masing-masing membawa keunikan rasa, filosofi budaya, dan manfaat kesehatan yang luar biasa. Mencicipi minuman hangat saat berkunjung ke destinasi-destinasi ini memberikan pengalaman tersendiri yang menambah kenyamanan dalam berwisata.
Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang kuliner tradisional, pengembangan destinasi wisata kuliner, dan promosi budaya lokal melalui makanan dan minuman, Batam Tourism Polytechnic adalah tempat yang tepat untuk menimba ilmu. Dengan kurikulum yang komprehensif, dosen berpengalaman, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan riset, Anda akan dibekali keterampilan untuk menjadi pelaku pariwisata dan kuliner yang andal.
Segera daftarkan diri Anda ke Batam Tourism Polytechnic dan jadilah bagian dari generasi yang siap mengangkat kekayaan kuliner Nusantara ke panggung internasional!
Penulis: Arina Luthfini Lubis
Related posts




